Chavez Inginkan Hubungan Baik dengan AS Jika Obama Terpilih Internasional / Sabtu, 28 Januari 2012 13:59 WIB 
Metrotvnews.com, Karakas: Presiden Venezuela Hugo Chavez menyatakan akan berhubungan baik dengan Amerika Serikat jika dirinya dan Barack Obama terpilih kembali menjadi presiden pada pemilihan mendatang.
"Di sini kami akan menang dalam pemilu 7 Oktober dan Obama kemungkinan juga akan menang. Dengan kami menang di sini... jika Obama menang di sana...saya mengharapkan kami dapat bersalaman kembali dan berunding dan memiliki hubungan yang lebih baik," kata Chavez di Karakas, Jumat (28/1).
Pemimpin Venezuela itu mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi pernyataan-pernyataan Obama dalam satu wawancara yang disiarkan pada Kamis. Saat itu Obama bilang," Ada kecenderungan di pihak pemerintah Venezuela meminta maaf kepada AS atas kesalahan-kesalahan mereka sendiri."
Obama juga mengatakan akan berusaha memperbaiki hubungan dengan Venezuela. "Menyatakan bahwa Obama mengatakan ia akan memberikan perhatian penting kepada Amerika Latin, tetapi ia tidak memberikannya dan itu adalah salah satu dari kesalahan-kesalahan besar," kata Chavez.
Chavez menginginkan terpilih kembali untuk masa jabatan enam tahun ketiganya dalam pemilu Oktober 2012. Sedangkan Obama berusaha dipilih kembali untuk masa jabatan kedua pada November.
AS dan Venezuela tidak memiliki duta-duta besar di masing-masing negara itu sejak tahun 2010. Masing-masing pihak belum mencapai persetujuan bagi pemulihan hubungan.
Konflik diplomatik terbaru antara dua negara itu terjadi beberapa pekan lalu. AS mengusir Konsul Venezuela Livia Acosta dari konsulat Miami. Pemerintah AS tidak memberikan alasan bagi pengusiran itu.
Tapi sepertinya Acosta diusir setelah satu film dokumentasi di jaringan televisi berbahasa Spanyol Univison menuduh dia ikut serta dalam satu komplotan untuk melancarkan serangan dunia maya terhadap AS dari Meksiko ketika menjadi diplomat yang ditempatkan di negara itu. Departemen luar negeri AS sedang menyelidiki berita itu.
Chavez menyebut pengusiran itu tidak adil, bahkan penghinaan. Venezuela pun secara resmi menutup konsulatnya di Miami pekan lalu. Para staf konsulat telah diperintahkan pulang ke Karakas. Chavez mengatakan ada ancaman-ancaman terhadap mereka yang menimbulkan satu bahaya riil, serius dan segera.
Pada Jumat, ia mengatakan dapat membuktikan ancaman pada para diplomat Venezuela untuk menanggapi permintaan Deplu AS. "Mereka meminta kita bukti itu," kata Chavez.
"Mereka harus memilikinya, itu adalah dalam wilayah mereka," ujarnya.(Ant/BEY)

0 komentar:
Poskan Komentar