Kamis, 19 November 2009

Hubungan Tanpa Status, Trend Anak Muda Masa Kini

Hubungan Tanpa Status, Trend Anak Muda Masa Kini.jpg
Reformata.com - HUBUNGAN Tanpa Status (HTS), mungkin istilah ini masih asing di telinga. Namun istilah ini telah menjadi gaya hidup bagi beberapa gelintir orang. Bahkan bagi Rian (27), hubungan itu sah-sah saja. “Itu hubungan yang mengasyikkan, karena tidak terikat apa pun”. Baginya, HTS adalah sebuah pertemanan yang diawali dengan kesadaran untuk saling menikmati rasa keber-samaan. “Saya melakukan itu, karena saya belum dapat ber-komitmen. Belum ada yang bisa diharapkan dari saya. Saya belum memiliki sesuatu yang bisa saya berikan kepada pasangan saya, untuk saat ini,” begitu pengakuan Rian.
Sementara Sandi beralasan, “Tidak adanya keberanian untuk mengungkapkan kejujuran hati, itu menjadi alasan mengapa hubu-ngan itu terjadi tanpa status yang jelas”.
Namun di sisi lain Vanda berko-mentar, “Sekian lama kami berte-man dekat, namun tak ada keje-lasan. Dia membuat saya binggung. Ada hal-hal yang sangat pribadi dia masuki, itu benar-benar membuat saya merasa sangat nyaman dengannya. Tapi di sisi lain, tak ada komitmen apa pun. Saya takut kehilangan dia, tapi saya-pun tidak dapat menuntut lebih”.
Rian, Sandy, dan Vanda memberi gambaran tentang sesuatu yang terjadi di balik HTS. Ada yang diuntungkan dan ada yang dirugi-kan. HTS adalah hubungan antar pria dan wanita yang sangat intim, lebih dekat dari seorang sahabat, namun tidak ada pengakuan yang jelas. HTS, hanya terdapat unsur gairah atau nafsu di dalamnya, tetapi tidak jelas keintiman dan komitmen atau ikatannya.baca selengkapnya...

Rabu, 28 Oktober 2009

Shisha Lebih Berbahaya Dari Rokok

Shisha Lebih Berbahaya Dari Rokok.jpg
ASAP mengepul di ruangan menyebar beraneka aroma buah-buahan maupun bunga-bungaan. Itulah rokok khas Arab, atau lebih dikenal dengan istilah “shisha”. Trend ini mulai menjamur di beberapa kafe atau restoran di Jakarta. Peminatnya, siapa lagi kalau bukan anak muda yang selalu gandrung hal-hal baru, yang belum tentu baik bagi kese-hatan mereka.
Seorang remaja putri yang se-dang asyik menikmati shisha, berujar, “Asapnya lebih banyak dan berasa. Ada sensasi seru pas ngisep, setahuku tidak bernikotin jadi tidak buruk bagi kesehatan”. Cewek itu bernama Amelya, penikmat shisha sejak kelas 3 SMP. Berbeda dengan Richal yang ber-wajah masem, seperti menahan sesuatu. Ketika ditanya ten-tang shisha, Richal berpendapat, “Saya tak tahan dengan asapnya, hanya karena diajak teman, maka-nya saya ada di sini”.
Apa itu shisha?
Shisha adalah kegia-tan mengisap temba-kau Arab dengan pe-rangkat yang terdiri dari pipa—biasa dise-but hookah atau bong—yang tersam-bung dengan selang panjang. Prinsip kerja-nya: tembakau dipa-naskan dan menghasilkan uap yang kemudian disaring sebelum dihirup. Selain hookah, bahan baku shisha terbuat dari tembakau.
Kini ada sekitar 30 rasa temba-kau, mulai dari buah-buahan, coke-lat, vanila, dan masih banyak lagi. Tembakau shisha hanya me-ngandung maksimal 0,05 persen nikotin dan 0 persen tar. Shisha merupakan rokok tradisional di jazirah Timur Tengah, yang meng-gunakan ektrak buah pengganti tembakau yang dibakar menggu-nakan batu bara. Prosesnya meng-gunakan air sebagai filter hingga meminimalisir kadar nikotin yang masuk ke tubuh.baca selanjutnya,..

Kamis, 15 Oktober 2009

Youtube, Bagi Yang Ingin Ngetop di Dunia Maya

117Kawula Muda2.jpg
REFORMATA - ONLINE di internet memberi kemudahan untuk mengakses berita dan membangun hubungan dengan dunia luar. Ini menyebabkan ketergantungan yang terus meningkat bagi pemakainya. Tak heran jika setiap orang berlomba-lomba untuk dapat menikmati fasilitas internet dan membangun akses yang semakin luas. Melalui website atau blog ada banyak jari-ngan yang bisa ditangkap, sekali-gus menikmati fasilitas yang dapat mempermudah gerak perkemba-ngan kita.
Salah satu contoh website yang menyediakan service berupa video streaming. Mudah mengaksesnya dan membuat kita bertemu de-ngan aneka video. Jika sering browsing internet, pasti kamu tahu apa itu YouTube.com
YouTube.com adalah salah satu layanan dari Google yang mem-fasilitasi penggunanya untuk meng-upload video dan bisa diak-ses oleh pengguna yang lain dari seluruh dunia secara gratis. Bisa dikatakan, YouTube adalah database video yang paling populer di dunia internet, atau bahkan mungkin yang paling lengkap dan variatif. YouTube mengingatkan kita akan 3 anak muda yang kreatif dan cerdas. Mereka adalah Steve Shih Chen (31 tahun/Taiwan-AS), Jawed Karim (30 tahun/Jerman-AS), Chad Hurley (32 tahun/AS).
Ketiganya adalah pencipta dari situs “berbagi video online”, You-Tube. Mereka mendirikan YouTube pada tahun 2005. Pada Oktober 2006, YouTube diakuisisi (diambil alih kepemilikannya) oleh Google. Nilainya: 1,65 miliar dollar AS (Rp16,9 triliun).baca selengkapnya

Kaum Muda Gereja Krisis Identitas

Kaum Muda Gereja Krisis Identitas.jpg

Minimnya Perhatian Gereja terhadap Kaum Muda

Pdt. Agus D. Silitonga, STh, Pembina Pemuda HKBP Kernolong.

Apa keprihatinan HKBP terhadap kaum mudanya?
Kaum muda kita tampaknya hanya sebagai penonton dalam bergereja. Mereka tidak sepenuhnya berupaya mewu-judkan panggilan gereja sebenarnya. Yang mereka lakukan hanya sebatas menghadiri persekutuan doa. Sedangkan panggilan gereja untuk bersaksi (Marturia) dan diakonia diabaikan.

Mereka tidak pernah berkumpul melakukan kegiatan bersama?
Ada beberapa kaum muda yang aktif. Seperti di HKBP Kernolong ini, sesekali mereka berkumpul untuk paduan suara dan kebaktian atau pendalaman Alkitab. Tapi mesti disadari kegiatan mereka tidak hanya sebatas itu.

Apa sebabnya?
Pertama, sebagiannya sibuk kerja. Kedua, ada yang beranggapan bahwa tugas marturia dan diakonia adalah tugasnya pendeta dan majelis. Padahal, itu juga tugas mereka. Ketiga, terkadang juga kaum tua tidak mengaktifkan mereka. Misalnya, ketika ada kegiatan besar bersama di gereja, kaum muda tidak dilibatkan dalam kepanitiaan. Jadinya, dua-duanya tidak sinkron; kaum muda tidak aktif dalam bergereja dan kaum tua juga tidak mendorong mereka. Keterlibatan kaum muda sepertinya terbatas. Kalau mereka sudah memegang seksi kepemudaan dianggapnya sudah selesai. Harusnya mereka bisa lebih dari itu. Mereka berinisitif dan berkualitas.baca selengkapnya,...

Rabu, 07 Oktober 2009

Maria Veronika Ayu Florensa, Wakili BEM DKI Studi Banding ke Australia

TADINYA Ayu bercita-cita untuk menjadi biarawati, karena ingin berbuat sesuatu untuk menolong orang lain. Namun wajangan sang ayah dan ibunda, Petrus de Alkantara dan Christina Winanti, bahwa “un-tuk bisa menolong orang lain tidak harus menjadi biarawati”, membuat dia mengubah cita-cita. Setelah merenungkan dalam-dalam petuah kedua orang tuanya itu, akhirnya wanita bernama lengkap Maria Veronika Ayu Florensa ini pun ingin menjadi perawat, yang baginya merupakan profesi yang tidak kalah mulia dibanding biarawati.
Usai menamatkan SMA-nya, Ayu yang lahir di Lubuklinggau, Suma-tera Selatan, 5 Maret 1988 ini mendaftar ke Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Sint Carolus Jakarta. Berkat ketekunannya, Ayu terpilih sebagai mahasiswa terbaik I angkatan 2006. Bahkan untuk periode 2007-2009, Ayu terpilih menjadi ketua Himpunan Maha-siswa Sarjana Keperawatan STIK Sint Carolus Jakarta.
Kerinduan untuk membahagia-kan orang tuanya, memacu Ayu untuk dapat terus meraih prestasi. Dan pada 2009 ini, Ayu terpilih sebagai wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DKI Jakarta, untuk studi banding ke Sydney, Australia. Terpilihnya Ayu adalah karena karya ilmiahnya yang ber-tema: “Pengaruh Internet untuk Mahasiswa, Berbasis Identitas Bangsa untuk Globalisasi (Influence Internet for Student According in the Nation Identity).
Selain itu, Ayu juga mampu melewati seleksi di antara maha-siswa di berbagai perguruan tinggi yang ada di Tanah Air. Setelah ter-pilih, Ayu mematangkan kemam-puannya berbahasa Inggris. Dia juga memperhatikan kondisi kese-hatan. Sesaat sebelum berangkat ke Negara Kanguru itu, Ayu masih sempat mengungkapkan suka citanya, terutama kesempatan un-tuk mengunjungi beberapa pergu-ruan tinggi di Australia lewat studi banding tersebut.
Ditanya tentang strateginya dalam meraih prestasi, Ayu mengemukakan kalau dirinya terus-terusan belajar, bukan saat dibutuhkan saja. Selain itu dia juga telaten menjaga kesehatan fisik. Di atas semua itu, dia selalu berdoa minta bimbingan dan penyertaan Tuhan.

Dan dengan prestasi yang dia peroleh, kerinduannya untuk da-pat membahagiakan orang tua pun terpenuhi. Dia ingin lulus dengan nilai terbaik, serta mendapat pe-kerjaan. Baginya itu adalah kebahagiaan. Dia tidak peduli sekalipun nanti menjadi perawat di puskesmas atau di desa yang fasilitas kesehatannya minim. baca selanjutnya...

Kota seni Rekreasi dan Apresiasi

NONGKRONG, sering diterjemahkan sebagai duduk santai buang waktu tanpa arti. Namun anggapan ini terbalik untuk kumpulan anak-anak muda yang kerap nongkrong di Taman Suropati, Jakarta. Coba ikuti apa yang mereka lakukan setiap hari Minggu dari pukul 13.00 hingga malam hari? Ada beberapa divisi yang tersebar di ujung taman, mu-lai dari divisi gesek: biola, viola, celo. Gitar: akustik nelon. Tiup: saxophone, fluit, trombon, kralinet. Teater. Sastra: puisi, Inggris/Je-pang. Seni rupa; sketsa: lukis.

Pa-tung, aksesoris, ukir. Perfilman. Fotografi, dan tari-tarian tradisional. Mereka terdiri atas anak-anak jalanan, siswa, mahasiwa, bahkan juga pengusaha dan pengacara. Semua duduk menjadi satu layak-nya keluarga. Tidak ada batasan umur dan agama. Suasana damai itu terpancar dari rasa kekeluargaan yang tercipta di antara mereka. Mereka menjadikan Taman Suro-pati menjadi taman yang ber-nyawa, memberi kedamaian hati dan kesatuan untuk mengekspresi-kan rasa seni yang kaya akan nilai.

Komunitas Taman Seni Indonesia, disingkat “Kotaseni” adalah nama yang mereka sepakati bagi komunitas mereka, mulai dipakai sejak 27 Februari 2009. Tujuan komunitas ini adalah membina anak-anak jalanan, dan menghidupkan taman-taman di Indonesia. Jumlah siswa, mahasiswa, hingga peng-usaha dan pengacara semakin hari semakin bertambah yang berga-bung dengan Kotaseni. Kemam-puan seni mereka diasah setiap minggu. Namun dikenakan biaya sebesar Rp 200 ribu untuk pendaf-taran awal dan belajar perbulan. Iuran kolektif ini dipakai untuk ke-butuhan internal mereka. Tapi yang didapat adalah sesuatu yang sangat berarti. Selain dibina men-jadi seniman profesional, di sini me-reka menemukan suasana keke-luargaan, bahkan kesempatan ber-kreasi dan berapresiasi. Dan semua ini berawal dari “nongkrong” di Taman Suropati ini. Ikatan emosi sebagai sesama seniman sangat terasa jika duduk bersama mereka. Keunikan komunitas ini patut dicontoh dan didukung, sebagai kontribusi bagi perkembangan seni dan budaya di Indonesia. Walaupun demikian masih saja ada kesulitan perijinan bagi mereka. baca selanjutnya...

Senin, 24 Agustus 2009

Capoera, Bela diri Untuk Santai

P7310076.jpg
DI dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ini slogan olahraga yang sudah sangat lekat di hati setiap orang Indonesia, namun tidak lekat dalam kehidupan praktis setiap ma-syarakat. olahraga bukan menjadi life style orang indonesia. namun kehadiran capoeira, bidang olahraga bela diri ini menarik untuk membuat pengikutnya menikmati olahraga yang rileks, membuat pribadi sehat tapi juga membangun kerjasama. Capoeira adalah oahraga bela diri, yang dikombinasikan dengan alunan musik dan gerakan-gerakan seni yang menambah keunikan dan keindahan mengikutinya.
Capoeira, dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasa-nya diiringi oleh musik dan disebut Jogo.read more

Jumat, 03 Juli 2009

Biliar, Ajang Prestasi dan Sumber Uang

biliar2.jpg
01.07.09 09:03
DI masa kecilnya ia ditolak. Dia hidup “bergilir” dari satu rumah singgah ke rumah singgah lainnya. Namun dalam hati ia bertekad untuk tidak akan dihina orang lebih jauh ...

Rabu, 17 Juni 2009

Distro, Antara Gaya dan Kemandirian Anak muda

distro-002.jpg
15.06.09 13:58
DUNIA fashion selalu diminati anak muda. Selain agar terlihat cantik dan ganteng, modern, gaul, kreatif, namun juga mengaktualisasi diri, melalui kemampuan yang dimiliki. Distribution ...

Bullying Fenomena Negatif yang Merebak Luas

kawula muda108.jpg
04.06.09 10:46
SEGEROMBOLAN anak muda berseragam sekolah mengejar sekelompok anak sekolah lain sambil melempar. Ketika ada yang tertangkap, gerombolan itu memitingnya hingga tersungkur ke aspal. Kemudian ...
Suseskan "Visit Idonesia Year 2009"
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda





KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH

MATEMATIKA

FISIKA

KIMIA

VIDEO TUTORIAL
RADIO
TV ONLINE
E-LEARNING
GAME
LIVE CCTV
VIDEO KESAKSIAN
Podcast